(Seandainya Bapak Sebagaimana Umumnya) “Kisah Heroik saat di Kelas”

Jakarta, LiberTimes-Setelah memberikan materi perkuliahan melalui zoom mengenai moderasi keagamaan, tiba-tiba seorang mahasiswi berujar kepada saya dengan ekspresi sumringah. “Saya baru pertama kali pak mendapatkan materi mengenai agama yg luar biasa seperti ini, penjelasan bapak logis, menyejukan, komprehensif, dan kaya akan wawasan, terima kasih Pak” ujarnya,

Mendengar pujian itu, saya hanya tersenyum sambil berusaha bersikap datar. Namun setelah memuji, mahasiswi ini melontarkan pernyataan menohok. Ia berkata “Sayangnya bapak bermazhab ini sih, seandainya bapak sebagaimana umumnya, mungkin gagasan tersebut bisa diterima banyak orang, tegasnya.

Dengan cepat saya katakan kepadanya, “Justru karena saya bermazhab ini, sehingga saya bisa seperti ini” sahut saya.

Mahasiswi yang mengaku berasal dari Banyumas ini pun tersenyum sambil mengucapkan, “he he iyaah pak, mantap pokoknya”

Melihat responnya yg tampak bingung karena rasa tidak enak mungkin, saya segera mencairkan suasana dengan sedikit candaan, lalu menutup perkuliahan dengan Salam.

Penulis: Reza Al HabsyiEditor: Habibi Abdillah
Exit mobile version