Kyai-kyai Pelacur
Oleh: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy
Cobalah bertafakkur
Gunakan analisa terukur
Memahami kontestasi Pimpinan Para Kyai
Tawadhu, tasamuh, wira’iy tak digunakan lagi
Cobalah bertadabbur
Dawamkan hati bersyukur
Rasakan dengan hati suksesi pemilihan Pimpinan Kyai
Idealisme, moralitas, akhlaqul kariimah sudah tak dihargai
Maka jangan bertanya tentang klasifikasi
Ukuran Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah sudah basi
Terpenting dia punya pesantren, dianggap Kyai, Anak Kyai, klasifikasi tak diperlukan lagi
Hal paling utama dia Kyai bergizi
Kyai yang bisa melakukan transaksi
Membeli suara dengan harga tertinggi
Tak peduli uangnya diperoleh dari Mencuri Anggaran Negeri
Asal suapnya mumpuni bakal dipilih dan dipuji
Soal bodoh dan tolol bisa diatur
Banyaknya duit bisa merubah urusan tutur
Dari gagap menjadi fasih ngoceh teratur
Meski baca harkat salah siaran bisa diulang sampai terkesan manjur
Kyai-kyai itu menjelma bak pelacur lokalisasi
Datang difasilitasi
Hadir diberi akomodasi
Pulang diongkosi plus upah pilihan kontestasi
Kyai-kyai itu kembali laksana selesai disetubuhi
Sungguh memalukan Sang Nabi dan Para Wali
Sambil nongkrong di toilet
Layar Hp-ku mulai aku coret
Aksara-aksaraku mulai menjelma kata
Kata-kataku merupa untaian syair menjura
Menerjang Para Ahli Agama berdasa muka
Muka ahli agama
Muka ahli adab
Muka ahli syariat
Muka ahli terima suap
Jangan lagi minta doa pada para ahli agama
Mereka sudah menjual suara
Memilih pimpinan dengan cara durjana
Doanya jelas tak lagi akan Tuhan terima
Apa yg dimakannya berasal dari dana haram hasil jualan suara
18.40 WIB
Selasa 7 Desember 2021
Kolong Langit
Bumi Jayakarta
Syair Kyai-kyai Pelacur
